HO pengorganisasian ASKEB 2003


Pengertian Pengorganisasian
Pengorganisasian (Organizing) adalah: aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan sehingga terwujud kesatuan usaha dalam mencapai maksud dan tujuan.
Arti dan Fungsi Organisasi
1. Memberi struktur, terutama dalam penyusunan/penempatan personel, pekerjaan-pekerjaan, material dan pikiran-pikiran di dalam struktur tersebut. Misalnya membentuk panitia dan bagaimana hubungan kerja antar panitia tersebut.
2. Menetapkan hubungan antar orang-orang. Kewajiban-kewajiban, hak-hak, dan tanggungjawab masing-masing disusun menjadi pola-pola kegiatan yang tertuju kepada tercapainya tujuan.
3. Alat mempersatukan usaha-usaha untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan

Prinsip-prinsip organisasi
1. Memiliki tujuan yang jelas
2. Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan
3. Adanya kesatuan arah dalam bertindak dan berfikir
Adanya kesatuan perintah; para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung darimana perintah diterima dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan
4. Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggungjawab masing-masing anggota
5. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan sesuai dengan kemampuan, keahlian, dan bakat masing-masing, sehingga timbul kerjasama yang harmonis
5. Pola organisasi hendaknya relative permanen, strukturnya disusun sesederhana mungkin
6. Adanya gaji atau insentif yang setimpal dengan jasa/pekerjaan
7. Garis kekuasaan dan tanggungjawab serta hirarki tata kerja jelas tergambar dalam struktur organisasi
Pemimpin adalah pengambil keputusan. Dalam proses pengambilan keputusan oleh pimpinan diperlukan hubungan antar manusia (human relation), terutama antar pimpinan dan bawahan.
Human relation adalah inti kepemimpinan, kepemimpinan adalah inti manajemen, manajemen adalah inti administrasi.

Ruang lingkup Pelayanan Kebidanan
• Bidan Praktik Swasta
o Persyaratan Bidan Praktik
1. Bidan adalah seseorang yang telah menjalani program pendidikan bidan, yang diakui oleh Negara tempat ia tinggal dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait kebidanan serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktik bidan.
2. Registrasi adalah proses pendaftaran, pendokumentasian, dan pengakuan terhadap bidan setelah dinyatakan memenuhi kompetensi inti atau standar penampilan minimal yang ditetapkan sehingga secara fisik dan mental mampu melaksankan praktik profesinya.
3. Surat izin bidan (SIB) adalah bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pelayanan asuhan kebidanan di seluruh wilayah republik Indonesia, SIB berlaku 5 tahun dan merupakan dasar untuk mnerbitkan SIPB.
4. Praktik Bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan masyarakat) sesuai dengan wewenang dan kemampuannya.
5. Bidan yang baru lulus mengajukan permohonan dan mengirimkan kelengkapan registrasi kepada dinas kesehatan provinsi institusi pendidikan berada guna memperoleh SIPB selambat-lambatnya 1 bulan setelah menerima ijazah. Bidan yang menjalankan praktik harus memiliki SIPB.
6. Bidan dalam menjalankan praktiknya harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan berdasarkan pendidikan dan pengalaman, sedangkan dalam memberikan pelayanan harus berdasarkan standar profesi.
Karakter yang harus dimiliki oleh Bidan Praktik Swasta:
1. Memiliki rasa peduli yang tinggi dan kasih sayang terhadap pasien
2. Menunjukkan kehangatan terhadap pasien sehinnga pasien merasa yakin berada di tangan yang benar
3. Mengerti apa yang dirasakan pasien
4. Memeroleh rasa percaya, sehingga pasien mudah berbagi masalah
5. Memiliki kesabaran untuk memperbaiki masalah pasien
6. Merasa senang untuk berbicara dengan pasien, mau member pendapat dan menghargai, simpati, serta membersolusi atas masalah pasien
7. Memiliki sikap yang bersahabat, rasa positif, murah senyum, dan member sentuhan personal kepada pasien
8. Memiliki kepedulian terhadap keluarga pasien.

Cirri BPS yang berkualitas:
1. Memberi pelayanan yang cepat dan tepat dengan menggunakan fasilitas dan peralatan standar, bersih, dan aman
2. Member pelayanan yang kompeten dan efektif
3. Mudah ditemui dan mampu menjawab semua pertanyaan klien
4. Berpengalaman, tahu apa yang dilakukan, mengerti dan memahami pasien, serta siap menolong kapan pun dibutuhkan
5. Mampu menjaga rahasia dari setiap masalah pasien
6. Memberi pelayanan yang berkualitas secara konsisten
7. Dapat menyesuaikan diri dalam keadaan apa pun dan di manapun berada.
Kewajiban bidan
 Mentaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik dari dinas maupun dari profesi
 Membantu program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
 Meningkatkan kemampuan keilmuan dan ketrampilan melalui pendidikan dan pelatihan
 Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan pelayanan yang diberikan dan dilampirkan ke puskesmas
 Mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan organisasi profesi IBI
 Harus mencantumkan SIPB atau fotocopi izin praktik di ruang praktik atau tempat yang mudah dilihat.
Hak Bidan Praktik Swasta
 Mendapatkan izin praktik
 Mendapatkan perlindungan dari organisasi profesi
 Mendapatkan ketrampilan/pengetahuan baru yang berkaitan dengan BPS ( Bidan Delima )
• Pelayanan Kolaborasi
o Elemen Kolaborasi mencakup:

1. Harus melibatkan tenaga ahli dengan bidang keahlian yang berbeda, yang dapat bekerja sama secara timbale balik dengan baik
2. Anggota kelompok harus bersikap tegas dan mau bekerja sama
3. Kelompok harus member pelayanan yang keunikannya dihasilkan dari kombinasi pandangan dan keahlian yang diberikan oleh setiap anggota tim tersebut.
o Dalam praktik pelayanan kebidanan, layanan kolaborasi adalah suatu asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien dengan beban tanggung jawab bersama semua pemberi pelayanan yang terlibat.
Bidan meyakini bahwa dalam member asuhan harus tetap menjaga, mendukung, dan menghargai proses fisiologis manusia. Intervensi dan penggunaan teknologi dalam asuhan hanya atas indikasi. Rujukan yang efektif dilakukan untuk menjamin kesejahteraan ibu dan bayinya. Bidan adalah praktisi yang mandiri. Bidan bekerja sama mengembangkan kemitraan dengan anggota tim kesehatan lainnya. Dalam melaksanakan tugasnya bidan melakukan kolaborasi, konsultasi, dan perujukan sesuai dengan kondisi pasien, kewenangan, dan kemampuannya.
• Pelayanan Rujukan
1. Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi keterlibatan klien dan keluarga
2. Member asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu hamil dengan risiko tinggi dan kegawatdaruratan
3. Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga
4.Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu dalam masa nifas tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga
5. Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga
6. Memberi asuhan kebidanan pada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga/klien

KERANGKA KERJA BIDAN
Kerangka kerja bidan adalah suatu system kerja dalam member asuhan kebidanan kepada klien untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Terdiri dari:
1. Determinan (faktor penentu) asuhan ==> dipengaruhi oleh: nilai, etika, dan falsafah, kepekaan terhadap kebutuhan asuhan, kemampuan memfasilitasi dan mengambil keputusan dalam bertindak.
2. Proses asuhan ==> menggambarkan tentang jenis tindakan/kegiatan dan strategi asuhan yang harus dilakukan oleh bidan.
3. Hasil yang diharapkan ==> tercapainya harapan yang diinginkan untuk menjamin kepuasan, keamanan perempua dan bayinya sepanjang siklus reproduksi, mewujudkan keluarga bahagia, dan berkualitas melalui pemberdayaan perempuan dan keluarganya dengan menumbuhkan rasa percaya diri.

by. inri lantu
Refrensi
1. Kurnia, Nova. Etika Profesi Kebidanan. Yogyakarta: Panji Pustaka, 2009
2. Purwandari, Atik. Konsep Kebidanan sejarah dan profesionalisme, Jakarta: EGC, 2008
3. Hidayat, Asri., Mufdlilah. Catatan kuliah Konsep Kebidanan plus materi bidan delima. Yogyakarta: Mitra Cendika Press,2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: