Komunikasi Efektif


trackback
Kegiatan komunikasi sudah menjadi sebagian besar kegiatan kita sehari-hari, mulai antar teman/pribadi, kelompok, organisasi atau massa. Kalau lebih teliti lagi banyak kegagalan dari komunikasi yang kita lakukan. Bisa jadi bentuknya karena tujuan yang kita inginkan belum tercapai. Bukan tujuan komunikasi secara egois. Tetapi tujuan komunikasi yang lebih pada, tidak adanya saling kesepahaman, belum bertambahnya informasi, serta ada usaha perubahan tingkah laku pada orang atau teman kita. Yang terkadang tidak hanya diartikan persetujuan.
Sebetulnya, kesulitan berkomunikasi yang paling besar berada dalam diri kita sendiri. Kurang yakin, kurang percaya diri, memandang orang lain kurang, lebih mendominasi, apalagi tinggi hati adalah sesuatu yang harus di swicth dan melatih kebalikannya.


Description

Komunikasi Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.
Komunikasi suatu proses pertukaran informasi atau proses pemberian arti sesuatu antara dua orang atau lebih dan lingkungannya, dapat melalui symbol, tanda, atau perilaku yang umum, biasanya terjadi dua arah
Komunikasi pertukaran fakta atau gagasan, opini atau emosi antara dua orang atau lebih
Komunikasi dalam ilmu kebidanan merupakan metode utama dalam mengimplementasikan proses asuhan. Bidan perlu memahami dan mengaplikasikan konsep dan proses komunikasi untuk meningkatkan hubungan saling percaya dengan klien yang akan membantu perubahan perilaku klien ke arah yang positif. Komunikasi juga merupakan dasar interaksi antara bidan dengan tim kesehatan lain. Penggunaan komunikasi yang tepat saat bidan berinteraksi dengan tim kesehatan lain akan memengaruhi hasil pelayanan kesehatan yang dilakukan.
Dalam praktik kebidanan, pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas sangat dibutuhkan. Kualitas kebidanan ditentukan dengan cara bidan membina hubungan, baik sesama rekan sejawat ataupun dengan orang yang diberi asuhan. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga ditentukan oleh keterampilan bidan untuk berkomunikasi secara efektif dan melakukan konseling yang baik kepada klien. Karena melalui komunikasi yang efektif serta konseling yang berhasil, kelangsungan dan kesinambungan penggunaan jasa pelayanan bidan untuk kesehatan perempuan selama siklus kehidupan akan tercapai.
Buku ini menjelaskan mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan konseling kebidanan dan ditujukan kepada para bidan serta mahasiswa kebidanan yang sedang mempelajari konseling kebidanan. Keunggulan buku ini terletak pada bahasanya yang sederhana dan mudah dipelajari sehingga pembaca dapat lebih memahami isi materi yang ada. Materi dalam buku ini telah disesuaikan dengan kurikulum pendidikan kebidanan.
Elemen-elemen yang terdapat dalam komunikasi
 Komunikator : orang yang menyampaikan pesan. Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bias terdiri atas satu orang, tetapi bias juga dalam bentuk kelompok.
 Pesan : ide atau informasi yang disampaikan. Pesan tersebut pada dasarnya adalah hasil pemikiran atau pendapat sumber yang ingin disampaikan kepada orang lain. Penyimpanan isi pesan bias berupa kata-kata, idea atau perasaan. Pesan akan menjadi efektif apabila yang dideskripsikan oleh si pengirim pesan jelas dan terorganisir secara positif dan aktif yang dapat berupa perilaku atau tindakan.
 Media : sarana komunikasi. Media yang dimaksud disini ialah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.media yang dugunakan dalam penyampaian pesan sangatlah berfariasi, mulai dari yang bersifat tradisional yaitu melalui mulut, bunyi-bunyian (kentongan), secara tertulis (cetakan), sampai dengan menggunakan teknologi tinggi yaitu televise dan internet.
 Komunikan : audience, pihak yang menerima pesan. Penerima adalah pihak yang menjadi sarana pesan yang dikirim oleh sumber, dapat terdiri atas satu orang atau lebih, bentuk kelompok, organisasi atau Negara. Penerima pesan adalah element penting dalam proses komunikasi, karena dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi.
 Umpan Balik : respon dari komunikan terhadap pesan yang diterimanya. Kegiatan komunikasi dikatan berhasil apabila seorang komunikan mampu memberikan suatu umpan balik yang berbentuk tanggapan atau respon. Umpan balik merupakan hasil atau akibat yang berbalik guna bagi rangsangan atau dorongan untuk bertindak lebih lanjut atau merupakan tanggapan langsung dari pengamatan sebagai hasil dari perlakuan individu terhadap individu lain.
 Akibat : impact adalah hasil dari suatu komunikasi, yakni terjadinya perubahan pada diri sasaran. Perubahan dapat ditemukan pada pengetahuan, sikap, ataupun perilaku.
 Lingkungan : merupakan factor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi. Faktor ini dapat digolongkan atas empat macam, yakni lingkungan fisik, lingkungan social budaya, lingkungan psikologis, dan dimensi waktu

Dalam kehidupan nyata mungkin ada yang menyampaikan pesan/ ide, ada yang menerima atau mendengarkan pesan, ada pesan itu sendiri, ada media dan tentu ada respon berupa tanggapan terhadap pesan. Secara ideal, tujuan komunikasi bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama terhadap ide atau pesan yang disampaikan.

Fungsi Komunikasi
 Membangun Konsep Diri (Establishing Self-Concept)
 Eksistensi Diri (Self Existence)
 Kelangsungan Hidup (Live Continuity)
 Memperoleh Kebahagiaan (Obtaining Happiness)
 Terhindar dari Tekanan dan Ketegangan (Free from Pressure and Stress)
Persepsi : Inti Komunikasi
Kesan adalah nuansa rasa manusia kepada obyek tertentu; obyek itu bisa barang bisa orang. Kita terkesan, karena ada sesuatu yang menarik dari obyek tersebut. Kita bisa terkesan kepada orang karena bermacam-macam; bisa karena wajah cantiknya, tampan, berkumis; bisa karena kata-katanya, karena janjinya, dan sebagainya. Membuat kesan yang baik, berarti kita harus berbuat dan bersikap tertentu yang membuat agar orang lain tertarik.
Persepsi didefinisikan sebagai interpretasi bermakna atas sensasi sebagai representatif obyek eksternal. Proses menafsirkan informasi indrawi. Jika persepsi kita tidak akurat kita tidak munglkin bisa berkomunikasi secara efektif. Rudolp F.Verdeber, Communicate, 1978
Proses mencapai kesepakatan (Sharing of meaning), lazimnya berlangsung secara bertahap. Karena itu, lebih awal kita perlu memperhatikan 5 (lima) sasaran pokok dalam proses komunikasi, yaitu:
• Membuat pendengar mendengarkan apa yang kita katakan (atau melihat apa yang kita tunjukkan kepada mereka)
• Membuat pendengar memahami apa yang mereka dengar atau lihat
• Membuat pendengar menyetujui apa yang telah mereka dengar (atau tidak menyetujui apa yang kita katakan, tetapi dengan pemahaman yang benar)
• Membuat pendengar mengambil tindakan yang sesuai dengan maksud kita dan maksud kita bisa mereka terima
• Memperoleh umpan balik dari pendengar
Tujuan Kesulitan dalam komunikasi
Tentu tidaklah mudah untuk membuat sebuah komunikasi berjalan dengan menghasilkan kesepakatan secara utuh sesuai tujuannya. Karena, salah satu prinsip dalam berkomunikasi, yakni terdapatnya kesulitan-kesulitan pokok dalam mencapai tujuan. Berikut matrik tujuan dan kesulitan dalam proses komunikasi.
mendengar
– Orang sulit memusatkan perhatian baik pada kata yang tertulis maupun terucap untuk waktu yang lama
– Orang kurang memiliki perhatian pada apa yang bagi mereka tampak kurang penting

memahami
– Orang memiliki asumsi berdasarkan pengalaman masa lalunya
– Orang sering tidak memahami jenis bahasa yang dipakai pembicara
– Orang lebih mudah salah mengerti saat mereka mendengar tanpa melihat
– Orang sering sudah menarik kesimpulan padahal kita belum selesai bicara.
menyetujui
– Orang sering merasa curiga terhadap orang lain yang sedang sedang membujuk mereka
– Orang tidak suka jika dibuktikan bersalah
bertindak
– Tidak mudah bagi banyak orang untuk mengubah kebiasaan mereka
– Orang merasa takut akan akibat dari pengambilan tindakan yang keliru
– Banyak orang tidak suka mengambil keputusan
Umpan balik
– Beberapa orang sering dengan sengaja menyembunyikan reaksi dan apa yang sesungguhnya mereka pikirkan
– Penampilan dapat bersifat memperdaya -anggukan kepala, mungkin tidak selalu tanda setuju dan mengerti, karena bisa digunakan untuk menutupi ketidak tahuan atau keragu-raguan.
Kualitas Komunikasi Deskripsi
Jika menyimak matrik di atas, sebetulnya kesulitan itu biasa dialami dialami oleh penyampai ide maupun penerimanya. Persoalannya bagaimana kita mengatasi kesulitan itu. Komunikasi Efektif Joseph de Vito, pakar komunikasi menyebut ada 5 kualitas umum yang dipertimbangkan untuk efektifitas sebuah komunikasi. Kualitas ini antara lain:
Openess : Adanya keterbukaan
Supportiveness : Saling mendukung
Positiviness : Bersikap positif
Emphaty : Memahami perasaan orang lain
Equality : Kesetaraan
Namun demikian, yang paling mendasar dalam sebuah kegiatan komunikasi adalah adanya rasa saling percaya. Kalau sudah percaya, biasanya apapun yang dikatakan pastilah diterima! Satu hal lagi, efisiensi. Komunikasi yang efisien adalah komunikasi yang tidak membutuhkan upaya besar agar mencapai tujuannya.
Kualitas komunikator
Partisipasi merupakan modal dasar untuk menyelenggarakan komunikasi yang efektif. Karenanya dibutuhkan kemampuan komunikasi efektif. Kemampuan ini meliputi kemampuan untuk berbagi ide, mengkritik dari semua aspek, mendorong dan merangsang imajinasi, menolak buah pikiran yang kurang tepat, dan mengenal sejak dini solusi yang mungkin bisa diambil.
Menggunakan bahasa Jelas, Lugas, dan Tepat Kata-kata yang lazim, konkret, pemberian petunjuk, yang menyentuh perasaan penyimak. Hindari kata-kata bercita rasa buruk, kata-kata langsung
Kualitas komunikator efektif : Menilai Orang Tahu mana yang penting dan menghargai kontribusi orang lain
Mendengarkan secara Aktif : Berusaha keras memahami keinginan dan masalah orang lain
Bijaksana : Memberikan kritik secara halus. konstruktif dan hormat
Memberikan pujian : Menghargai orang lain dan kontribusi mereka di depan umum
Konsisten : Mengendalikan suasana riang; memperlakukan sama bagi semuanya tidak favorit
Mengakui kesalahan : Kemauan untuk mengakui kesalahan
Memiliki rasa humor : Mempertahankan posisi yang menyenangkan dan pendekatan yang enak
Memberi contoh yang baik : Melakukan apa yang diharapkan orang lain
Ketika berkomunikasi, kita pasti memiliki persepsi tertentu pada pendengar begitu pula sebaliknya. Kekeliruan yang sering terjadi dalam berkomunikasi adalah ketika seseorang menyampaikan informasi dengan ukurannya sendiri. Ini harus dihindarkan karena komunikasi senantiasa melibatkan orang lain.
Ahli komunikasi berpesan jika akan berhasil, maka rumusan kunci yang harus dipegang adalah “Know your audience!” – ketahuilah siapa yang Anda ajak bicara. ”Seorang komunikator yang dialogis harus mencoba mengenali dan memperkecil kecenderungannya terhadap manipulasi, keegoisan, dan obyektivasi orang lain”.Johannessen, R.L., Ethics in Human Communications, 1983
“Anda akan mampu menyusun pikiran anda dengan lebih mudah dan lebih efektif jika Anda mengingat-ngingat struktur pembicaraan : Apa yang akan dibicarakan, isi pembicaraan dan Apa yang telah anda bicarakan”.Larry King, Seni Berbicara, 2003

http://rumakom.wordpress.com/2007/08/07/komunikasi-efektif/
Taufik, M. 2010. Komunikasi Terapeutik dan Konseling dalam Praktik Kebidanan.Jakarta: Salemba Medika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: